sesuaikan dengan ruang dan waktu
waktu = logika
masa depan = abstrak
merupakan proses memilih pemimpin, bos, leader,raja atau sebagainya namun yang perlu diketahui ialah
konsep apa yang dibawanya dalam memimpin apakah sesuai dengan kita atau tidak
jadi jika kita masih berpikir bila memilih dan tidak memilih adalah hal yang sama maka itu hal yang keliru
mengapa ???
apakah dengan terpilihnya pemimpin A tidak terjadi invasi ke timur tengah,tidak terjadi pemusnahan masal, apakah si B lebih layak dengan gaya kempemimpinannya yang tenang namun menghanyutkan
kembali lagi ke persoaalan mana yang lebih cocok buat pribadi pemilih itu sendiri, bukan orang yang mempengaruhi untuk memilih.
jika kita menggunakan suara mayor atau minor saja maka nada yang membosankan yang kita dapatkan, apabila keduanya kita gunakan maka harmoni yang kita dapatkan
hal ini serupa dengan upaya dalam menentukan pemimpin masa depan agar degan segala konsep dan pemikirannya kita bisa menerima segala resiko dan keuntungannya.
Jika A pilih A akan menguntungkan,
Jika B Pilih A kami dirugikan
Jika A pilh B akan dirugikan
Jika B pilih A akan diuntungkan
Semuanya itu terletak pada siapa sebenarnya pihak yang dirugikan (musuh) atau yang diuntungkan (rekan)
agar tidak terjadi pemikiran " nyesal aku milih dia" dia bukan pilihanku ???
dalam hukum alam berlaku siapa kuat dia menang, kuat dalam hal ini adalah jumlah(kuota) suara mayor, bukan kebenaran karena kebenaran sebenar benarnya adalah
hambar,tidak berasa,tidak berat sebelah,anti metter,dan
sebagainya.. jadi secara tidak langsung kita mengunakan konsep hukum alam untuk
menegakan kebenaran yang sebenarnya
ialah kekuasaan
kuasa selalu memihak yang berpihak kepadanya .
jadi selagi kira memilih berdasarka pemikiran,logika,nalar bahkan dibawah pengaruh alam bawah sadar kita ntah itu dicuci otak ,di doktrin agama (dogma) dan silsilah keluarga maka hanya ada kita peroleh ialah kekuasaan bukan kebenaran.. karena kekuasaan milik pemenang dan jika ada pemenang maka ada pihak yang kalah dan di pihak yang kalah adalah pemberontak maka layaknya dua kutub yang berlawanan tidak akan ada hentinya salih berganti posisi pemenangnya..
namun jika kebenaran yang di jalankan maka waktu akan
terhenti dan tidak ada dua kutub berseberangan dan tidak ada yang berlawanan
karena semua melebur menjadi satu kesatuan yang utuh dan itu amat teramat
hambar....
oleh karenanya memang dibutuhkan untuk saling bertentangan dan saling bertambrakan karena mengakibatkan terjinya peluang, disitulah kelebihan makhluk hidup karena memiliki peluang itu...
kita terus bergerak berganti posisi dan itu menciptakan harmoni dan keindahan yang teramat inda.
Hidup itu peluang dan keindahan, waktu kita hanya sebentar untuk menikmati keindahan ini dan peluang ini sampai pada akhirnya yang sudah pasti kita kembali lagi ke pada kehampaan...
Bukan surga atau neraka..
Karena surga atau neraka adalah hal yang dapat kita rasakan sebagai manusia karena kita memiliki peluang, bagaimana kita bisa tahu surga itu indah karena kita membandikan kesengsaraan di dunia dengan cerita keindahan pada surga begitu juga dengan neraka kita membandingkan penderitaan dunia dengan cerita neraka itu
Yang dipersingkat dengan indah dunia adalah surga, sengsara dunia adalah neraka
Namun kita tidak dapat memahami arti kehidupan setelah kematian??? Karena itu adalah keaadaan hampa,hambar,dan tidak berasa....

Komentar
Posting Komentar