[Pengakuan dan Pengampunan]
Salah benar ialah relatif namun pasti ada seperti halnya manusia itu sendiri yang penuh dengan kemungkinan atau disebut juga peluang..
Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan sekalipun kesalahan itu besar atau kecil dampaknya kepda orang lain, dan setiap perbuatan itu berdampak satu sama lainnya.. keterikatan..
Keputusan yang diambil selalu saja disesuaikan dengan ruang dan waktu tinggal lagi analisa yang mendalam tentang dampak dari keputusan tersebut harus diperhatikan, keputusan yang terbaik adalah yang paling sesuai dengan realita keadaan dan waktu saat keputusan itu diambil dan apabila ada melakukan kesalahan atau kekeliruan dalam menganalisa keputusan itu maka hal yang harus dilakukan adalah pengakuan akan kekeliruan tersebut, jika ada pengakuan akan kekeliruan tersebut maka akibatnya adalah terjadinya proses memaklumi dan mengampuni kesalahan tersebut.. namun kebanyakan kita tidak siap dengan proses mengakui tersebut karena malu,ego takut dan sebagainya akan kesalahan yang diambil/...
Analoginya : ketika kita mengambil keputusan untuk membalas sakit hati kita kepada orang yang telah menyakiti hati kita maka itu akan terjadi lingkaran yang saling berulang terus menerus..
Yang pada akhirnya adalah crass atau kedua nya yang mengalami kerugian...
Hal ini seharusnya kita hindari dengan proses pengampunan, pengampunan ini didapat dengan adanya pengakuan akan kesalahan tersebut dan menyesalinya dan siap dengan resiko yang akan diterima begitu juga dengan yang mengampuni juga akan mengakui kesalahan dan menerima resikonya..
Tinggal disini ialah ego yang ada harus diredam untuk dapat berpikir jernih..
Komentar
Posting Komentar